Rupiah Menguat, Bank Tidak Lagi Menjual Dolar dengan Harga Tinggi

Rupiah Menguat, Bank Tidak Lagi Menjual Dolar dengan Harga Tinggi

Rupiah Menguat, Bank Tidak Lagi Menjual Dolar dengan Harga Tinggi – Berikut ini merupakan artikel tentang menguatnya nilai rupiah dan bank-bank indonesia sudah tidak menjual dolar dengan harga tinggi.

Nilai tukar rupiah di pasar antarbank Jakarta, Kamis (26/3) dikutip dari data RTI menguat ke posisi Rp16.291, dibandingkan posisi penutupan Selasa di angka Rp16.500 per dolar AS.

Stimulus besar-besaran dari pemerintah AS di tengah wabah virus corona membuat dolar AS melemah. The Federal Reserve mengumumkan serangkaian program stimulus moneter baru untuk membendung kemunduran ekonomi akibat dampak wabah virus corona.

Langkah yang dilakukan The Fed antara lain pembelian obligasi korporasi, talangan pinjaman langsung kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan, serta rencana pemberian kredit untuk UKM di Amerika Serikat. The Fed juga menyatakan akan meningkatkan pembelian sekuritas sebesar yang dibutuhkan untuk menstabilkan pasar keuangan.

1. Pasar masih mengkhawatirkan wabah virus corona

Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Kamis, mengatakan pasar keuangan masih menunggu berita baik persetujuan stimulus pemerintah AS yang belum disepakati di Kongres AS.

“Bila disetujui, ini akan memicu penguatan harga aset berisiko hari ini, termasuk rupiah,” ujar Ariston dikutip dari Antara.

Meski begitu pasar keuangan masih mengkhawatirkan penyebaran wabah COVID-19 yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang bisa menekan kembali pergerakan harga aset berisiko hari ini.

“Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah Rp16.300, dengan potensi resisten di Rp16.575/dolar hari ini,” kata Ariston.

2. Bank-bank tak lagi jual dolar sampai Rp17.000

Seiring penguatan rupiah, Bank Indonesia sendiri hari ini dari pantauan IDN Times menetapkan kurs transaksi Rp16.246 (beli) dan jual RpRp16.409 per dolar AS. Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) ditetapkan sebesar Rp16.328 per dolar AS.

Sementara bank-bank nasional dolar AS dijual jauh lebih rendah dibandingkan awal pekan yang sempat menyentuh Rp17.000. Hari ini di bank-bank, paling rendah dolar AS dijual di harga Rp16.500. Sedangkan paling mahal di angka Rp16.960.

Berikut kurs jual beli dolar AS (bank notes) di sebelas bank pada Kamis siang:

Bank BCA : Rp16.100 (beli) dan Rp16.600 (jual)
Bank Mayapada : Rp16.007 (beli) dan Rp16.682 (jual)
Bank BNI : Rp15.950 (beli) dan Rp16.550 (jual)
Bank Mandiri : Rp15.900 (beli) dan Rp16.500 (jual)
Bank CIMB Niaga : Rp15.950 (beli) dan Rp16.550 (jual)
Bank OCBC NISP : Rp16.050 (beli) dan Rp16.550 (jual)
BRI : Rp16.095 (beli) dan Rp16.605 (jual)
Bank Permata : Rp15.875 (beli) dan Rp16.725 (jual)
Bank Mega : Rp16.140 (beli) dan Rp16.960 (jual)
Bank Danamon : Rp16.000 (beli) dan Rp16.500 (jual)
BTN : Rp15.885 (beli) dan Rp16.835 (jual)

Baca Juga: Resmi diakui Bank Interim Merger dengan BCA Syariah

3. Virus corona menginfeksi hampir setengah juta orang di dunia

Saat ini, Kamis, data yang ditampilkan Johns Hopkins University menunjukkan hampir setengah juta orang di dunia terinfeksi virus corona. Angkanya mencapai 471.518, di mana China, Italia dan Amerika Serikat menduduki tiga posisi besar penyebaran virus ini.

Dari data tersebut sebanyak 21.293 orang meninggal dunia dan 114.444 berhasil disembuhkan. Virus ini tercatat menyebar di 175 negara di dunia.